
Disana akhirnya saya tahu bahwa ikan Fugu itu sangat lejat jika diolah/masak dengan tepat. Namun bisa sangat berbahaya bahkan mematikan jika pengolahannya salah. Zat racun berbahaya yang dikandungnya bhakan telah mencabut nyawa tiap tahunnya di negri sakura sana. perbedaan yang sangat tipis saat membuang racunnya dengan kelejatan cita rasanya membuat chef harus benar - benar ahli. Jika kadar racun yg dibuang melewati ambang tertentu maka Fugu akan kehilangan kelejatannya, sebaliknya jika kurang membuangnya sedikit saja akan menjadi racun mematikan bagi yang memakannya. Haduh, jadi seram - seram penasaran jadinya dengan ikan satu ini.Beberapa keluhannya juga disampaikannya atas keadaan Indonesia. Termasuk kebijakan warga yang tidak mau peduli lingkungan. Membuang sampah pada saluran air, itu sangat menggangu aliran air. Kalau datang hujan kan aliran airnya menuju laut kan jadi tersumbat. "Air hujan cuma butuh jalan menuju laut kok" katanya berkelakar. Dan saya pikir itu benar sekali. Ke kecewaan lain adalah saat penggunaan lampu penerangan di kantor - kantor besar ataupun mall perbelanjaan yang berlebihan bahkan penggunaan AC yang mengharusakn seseorang menggunakan sweater, sementara di perumahan sebelahnya harus mengalami pemadaman bergilir. Itu kan pemborosan yang sia - sia, katnyanya menegaskan. Betul pak, kami akan berusaha memulai dari diri untuk berhemat energi hehehe pikirku mengiyakan pendapatnya.
No comments:
Post a Comment